Tragedi Gabiriele Sandri
Sejarah tanggal 11 November : Tragedi Gabriele Sandri
Sembilan tahun lalu, peluru "nyasar" polisi Italia menewaskan seorang ultras Lazio dan insiden itu memicu kerusuhan fans yang cukup luas.
APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI ?
Hari ini merupakan peringatan atas meninggalnya ultras Lazio, Gabriele Sandri, sembilan tahun lalu. Sandri tewas ketika ingin berangkat menonton pertandingan Lazio kontra Inter. Ironisnya, kematian pemuda Italia itu disebabkan oleh peluru “nyasar” polisi Italia.
Gabriele, 26 tahun, adalah seorang DJ profesional dan sedang dalam perjalanan bersama teman-temannya menuju Milan untuk menyaksikan timnya bertanding. Mereka melewati area Badio al Pino dan di sana terjadi perkelahian dengan suporter Juventus.
Dari seberang jalan, terpisah oleh pagar dan kawat, seorang polisi yang sedang berpatroli menembakkan peluru peringatan. Mereka yang sedang berkelahi langsung saja bubar dan Gabriele melompat ke mobil bersama teman-temannya. Spaccarotella, polisi yang bertugas saat itu, berusaha mengejar Sandri dkk, berhenti, lalu menembakkan pistolnya dua kali – mengenai Sandri tepat di leher dan menewaskannya.
Sejarah Hari Ini (10 November): Hat-trick Kanchelskis Benamkan Man City
MOMEN INI PENTING KARENA …
Kematian Sandri bukan sekadar menjadi peringatan akan tewasnya seorang fans, melainkan salah satu momen persatuan para ultras. Ultras Italia memiliki hubungan yang kurang baik dengan kepolisian Italia dan momen ini dianggap sebagai bentuk balas dendam polisi. Tentu saja para ultras geram dibuatnya.
Kerusuhan langsung terjadi sehari setelahnya walau beberapa pertandingan Serie A sudah ditunda. Ratusan ultras membuat keributan dengan menyerang barak polisi dan Komite Nasional Olimpiade Italia (CONI). Solidaritas fans sepakbola meledak guna menuntut keadilan atas meninggalnya bagian dari mereka.
Adapun situasi semakin memanas setelah publik menilai Spaccarotella berbuat curang hingga hanya mendapat hukuman enam tahun penjara. Keluarga Sandri marah besar atas keputusan tersebut dan menilai keputusan hakim merugikan mereka. Hal tersebut dicap sebagai ketidak adilan oleh ultras dan kerusuhan kembali meledak. Ultras Lazio menyerang dua kantor kepolisian, termasuk salah satunya di Ponte Milvio, Roma.
Walikota Roma, Gianni Alemanno, menyampaikan ketidakpuasannya pada hukuman tersebut dan mengatakan kejahatan tersebut telah memengaruhi segenap kota. Ia berharap hukuman tersebut ditinjau ulang. Hukumannya pun ditinjau ulang dan pada Desember 2010, pengadilan Florence menegaskan hukuman enam tahun sekaligus menambahnya menjadi sembilan tahun empat bulan.
Pengadilan menyatakan, bahkan sekalipun tujuan Spaccarotella adalah menghentikan kendaraan dan pengendaranya sebelum melarikan diri, ia mengambil risiko besar dengan menembak mobil. Hasilnya adalah kematian Sandri dan kejadian ini tidak bisa disebut sebagai “murni kebetulan”.
HAL LAIN YANG PERLU ANDA KETAHUI
Ingatan akan Gabbo tetap hidup dalam graffiti. Ia bahkan kembali dikenang dalam laga Liga Champions yang melibatkan Olympiakos dan Lazio. Fans memasang poster besar di salah satu sudut tribun. Para pemain mengenakan kaos “Gabbo” di balik seragam mereka. Walau Gabbo merupakan seorang fans Lazio, kepergiannya juga dikenang oleh tim rival, AS Roma. Dalam laga Lazio kontra Roma, salah satu banner dari fans Roma menyatakan belasungkawa atas kepergian Gabbo.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar